Dari
dulu saya kagum terhadap ibuku, karena tegar walau diterpa beberapa
ujian terhadap keluarga kami. Mulai ketika Ayah di PHK dari perusahaan
swasta, jatuh bangun mempertahankan usaha keluarga untuk menopang hidup,
sampai Ayah terkena pengaruh ilmu dalam mendalami agama sehingga bukan
hanya uang, kendaraan roda dua dan roda empat pun habis tanpa jejak
serta mental ayah yang sempat jatuh ketika tahu bahwa alirannya tempat
ayah belajar tidak sesuai dengan agama dan ketuanya di tangkap polisi.
Awal
mula setelah ayah di PHK, ayah membuka usaha dengan bantuan modal utang
dari koperasi tempat ibu bekerja. Mulai dari mendirikan tempat kost
untuk karyawan karena kebetulan rumah kami berdekatan dengan perusahaan
swasta. lalu untuk menambah penghasilan ayah membuka toko sembako. Toko
ini tidak bertahan lama, kurang dari setahun toko sembako berubah
menjadi wartel. Usaha ini pun berganti lagi karena mulai marak
penggunaan handphone menjadi usaha minyak tanah. Seperti usaha-usaha
sebelumnya dalam waktu 2 tahun usaha ayah berubah lagi menjadi usaha air
isi ulang dari pegunungan dan PDAM karena minyak tanah di konversi ke
Elpiji.
Alhasil
Ibu hampir selalu gali lobang tutup lobang untuk menutupi usaha ayah.
Hampir tiap tahun ibuku selalu membayar hutang tapi itu tidak membuat
ibu patah semangat untuk terus mendukung ayah untuk berwiraswasta. Bukan
hanya itu, Ibu juga pernah kehilangan harta lebih dari 100 juta rupiah
berupa 1 kendaraan roda empat, 1 kendaraan roda dua dan sejumlah uang
tunai padahal waktu itu usaha ayah di bidang air mulai berkembang.
Ketika
Ayah sadar bahwa telah tertipu, ayah langsung shock, malu dan mental
ayah jatuh sampai ingin meninggalkan rumah untuk beberapa waktu sampai
hatinya tenang. Disinilah kesetiaan ibuku di uji, bukannya marah ibuku
malah mensupport ayah untuk bangkit dari kesalahan karena manusia sumber
kesalahan. Ibuku memberi dukungan dana untuk membeli kendaraan roda
tiga untuk expansi pengairiman air ke beberapa perusahaan disekitar
desa. Dalam waktu kurang dari 2 tahun usaha ayah berkembang sampai
sekarang sudah mempunyai kurir untuk pengiriman ke perusahaan sekitar
desa. Perlahan tapi pasti ekonomi keluargaku mulai meningkat sampai
mempunyai mobil lagi sehingga di sela-sela waktu luang ibu selalu
mengajak keluarga untuk rekreasi seperti ke Gunung Kelud, Penataran sampai yang terbaru ke Gunung Bromo. Yang bikin bangga lagi setelah masa pensiun ibuku dari PNS ibu berencana pergi Umroh pada tanggal 14 April 2014. Dari kesetiaan ibuku inilah yang membangun keluargaku untuk terus maju walau badai menghadang.
Kesetiaan Ibuku juga diterapkan dalam pemakaian suatu product yang dari dulu setia dipakai oleh keluargaku yaitu CAP KAKI TIGA yang mempunyai manfaat untuk mengobati sariawan dan panas dalam
. Ini terbukti dari saya masih kecil ketika ada indikasi gejala panas
dalam atau sariawan ibuku selalu memakai larutan penyegar Cap Kaki Tiga dibandingkan larutan penyegar yang lain. Salah satu bukti nyata dari inspirasi cap kaki tiga yang selalu memberi manfaat
kepada masyarakat dunia selama 75 tahun dan 32 tahun di Indonesia
adalah penghargaan rekor Muri. Tidak sampai disitu berbagai penghargaan
berturut-turut sudah di dapat oleh larutan Cap Kaki Tiga diantaranya Indonesia
Best Brand Award 2012, Top Brand 2012, Word Of Mouth Marketing Award
2012, Top Brand Award 2013, Social Media Award 2013, Word Of Mouth
Marketing Award 2013.
Dengan
inovasinya, Larutan Cap Kaki Tiga kini mempunyai beragam rasa,
disesuaikan dengan selera pelanggannya. Inilah bukti nyata bahwa Larutan
Cap Kaki Tiga selalu setia menemani dan memberi manfaat kepada
pelanggan setianya melalui produk dan sosial media.
NB: Jika anda menyukai blog ini sebagai semangat untuk meningkatkan kesetiaan, publikasikan dan share ke teman-teman anda.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar